• Sorot Lampu Panggung


    #Assalamualaikum wr wb. WOW ! udah lama banget gak blogging, dan rasanya kangen banget sama ini blog, oya ini, ada sedikit cuilan cerpen yang diangkat dari kisah nyataku, dan aku tulis ini untuk sahabat tercintaku PASAL39, let's read#

    SOROT LAMPU PANGGUNG

    SOROT 1

                    Pagi ini aku ditemani beberapa kue satru dan segelas kopi panas dengan keadaan rumah yang masih berantakan karena baru pindahan, sungguh, aku masih belum bisa mengerti dengan hasil nilai yang kudapatkan kemarin, terasa semu dan aneh, membuatku tak bersemangat.
                    Hari ini seharusnya aku berada di pantai Bandengan dengan kawan kawanku Pasal 39, entah mengapa tiba muncul beberapa hal yang membuatku ingin pergi, menjauh dan menghilang dari mereka.
                    Pernahkah kau melihat pentas tari ? disana ada beberapa sorotan lampu untuk penari utama, hingga terciptalah beberapa bayangan yang tidak bisa dibedakan mana yang asli dan mana yang palsu, kenapa penari selalu menghadap lurus kedepan ? kenapa tidak menari dengan menghadap belakang ? atau mungkin samping ? kenapa penari hanya sekilas menghadap pada samping dan belakang ketika ia berputar ? kenapa tidak pada satu sisi tetap ?

    “Bayangan adalah masa, ketika sorot lampu itu datang, dia akan menciptakan bayangan di arah sebaliknya. Tapi berbeda dengan artinya, bayangan belakang adalah masa lalu kita yang selalu kita ingat, bayangan disamping adalah masa lalu yang masih berlaku sampai sekarang, bayangan dibawah, adalah masa yang sekarang sedang kita lalui, dan bayangan depan, adalah masa depan yang akan kita jalani”

    “Ada kalanya kita memutar balik waktu agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama di waktu yang berbeda” 

    SOROT 2

                    Sejenak kuminum setenggak kopi panas, huh, membakar lidahku yang asam karena kue satru, dan terngiang kembali ingatanku pertemuan awalku dengan mereka.
    Lariku sangat kencang pagi itu, bagaimana tidak ? jam di handphoneku menunjukkan pukul 07.45 dan aku masih belum tau dimana kelasku. Untung saja Ayu, teman lamaku sebelumnya tau dimana kelasku, dia mengatakan aku masuk di kelas XI IPA 5, aku mencari dimana kelas itu yang justru kutemukan kelas XI IPA 1 di ujung lorong, kawan SMP ku Vio, memberitahu dimana kelasku, dan
    BRUK !!
    Ah..! sebuah tabrakan cukup keras kutemui dengan kakak kelasku, Kak Agus, anggota pasukan pengibar bendera yang doyan berdebat mulut denganku.
    “Iihh !! kamu lagi ! pagi pagi di hari pertama udah bikin ribut !” kataku meneriakinya
    “Iyuh, kamu tu pake nabrak, kamu ngapain disini ? emang kamu masuk ipa ?” tanyanya
    “Iya ! Kenapa ? Gak terima ?”
    “Gak nyangka aja, kan wajahmu wajah wajah anak ips” ledeknya tanpa dosa
    Telingaku panas mendengarnya, mungkin jika ada buku tebal, sudah aku daratkan ke mukanya.
    “Ipa berapa dek ?” sambungnya
    “Ipa 5”
    “Naah, aku nyari kelas itu dek, kamu satu kelas sama Hannan, tolong panggilin dong”
    “Heh ! aku aja belum tau ntu kelas dimana, cari sendiri ah!”
                    Aku cukup familiar dengan nama itu, Hannan, tampaknya teman paski Ayu, temanku.
    Sampai aku tiba di lorong kelasku, tampak banyak wajah yang tak kukenal memandangku secara tak wajar dan
    “Ameeeeeellllllllll !!!!!” teriak Tiya menyapaku, tampak dia masuk di kelas XI IPA 4
    “Iyaaaa, bentar yaa, aku mau naruh tas dulu” responku
    Kulihat satu persatu nama yang terpapang rapi di depan pintu kelas, ketika sampai dibaris kelima, kutemukan namaku. Aku masuk dan mencari tempat duduk favoritku yang ternyata sudah ditempati, aku bingung dan hanya melempar tasku disamping tas bermotif bunga bunga yang menunjukkan setidaknya dia adalah perempuan. Aku mengambil topi osis dan kembali membaca deretan nama berjumlah 39, kutemukan beberapa teman lamaku seperti Feyzar, Luthfiya, Maydina, Aji.
    PRAK !!
    Gamparan keras dari lintingan kertas mendarat diujung kepalaku, kulihat dan disana ada Kak Agus, rasanya ingin kularung dia ke lautan, dia kembali memintaku memanggil Hannan yang ternyata baru datang langsung dibawanya menuju lapangan utama dan kulihat seorang gadis baru datang dan itu dia Maydina, aku mengajaknya untuk sebangku dan aku mengambil tasku yang awalnya sudah kuletakkan, aku mendapatkan tempat pojok kiri nomer 2 dari depan, bisa kuterima.
    Kulihat gadis yang baru datang dengan lari kecil yang tergopoh gopoh menyingkirkan tas yang ada dibelakangku, dan pemiliknya datang, aku tak asing dengan wajahnya, itu Monalisa, gadis model yang selalu mendapatkan peringkat 1, dia mengambil tasnya dan menaruhnya ke tempat duduk paling belakang.
    Tempat duduk depanku masih kosong dan tibanya ada tas berwarna pink mendarat ditempat itu, dan kulihat, tak asing pula dengan dia, Bertin, gadis penjual pulsa dan gadis paduan suara itu.
    Beberapa orang lainnya cukup familiar, seperti Akbar, Alif, Gela, Arin, Atikah (Jupe), Fadil, Galan, Hanshel, Bayu, and Nindya, lainnya gatau siapa.
    Begitulah pertemuan pertamaku dengan mereka, cukup shock waktu aku tau aku sekelas sama . . . ah sudahlah, masa lalu.

    “Teman itu kayak kertas, kita selalu butuh yang baru, dan kita selalu menyimpan yang lama, karena pasti suatu saat kita membutuhkannya lagi”

    SOROT 3

    Kulanjutkan minum kopiku, setenggak lagi masuk ke kerongkonganku, hmm kali ini tidak sepanas tadi, ditemani lagu Icona Pop – I Love It aku teringat waktu pertama kali aku bicara layaknya anak kecil, dulu.
    Aku memulai pembicaraan dengan seseorang yang duduk dibelakangku, dia menanggapiku namun entah kenapa, dia meninggalkanku tanpa pamit, aku berpaling ke Bertin aku bertanya banyak hal, dan jawabannya hanya singkat, sesingkat pertemuanku dengan dia. Yang kurasain saat itu hanya sakit ! serasa gak dipeduliin.
    Aku lebih suka pergi dengan teman lamaku, daripada teman baru, terasa sangat canggung bila dengan yang baru.
    Aku kembali menyeruput kopiku dan menghidupkan webcam laptop, aku inget ketika tanggapan pertama orang ketemu aku adalah sesosok manusia yang jutek dan sombong.

    “Jangan ngelihat seseorang dari casingnya, casing itu menipu, lebih baik luar busuk dalem bagus daripada luar bagus dalemnya busuk”

                    Yaa, aku menemukan semuanya di kelas itu, kelas paling rusuh, tapi seru.

    SOROT 4

                    Kulihat layar handphoneku yang masih menunjukkan inbox, disana terlihat ada nama XI IPA 5 Aprilia Zulfa Rizki, ketika aku ngelihat nama itu, selalu keinget kejadian gila dan gak penting yang sempet bikin aku kacau. Apalagi kalau bukan karena . . .
    Ah, sudahlah, masa lalu, kesan yang sekarang timbul justru lucu, dan nyesel pastinya.
                    Tapi, waktu yang bikin aku lapang, dan dialah manusia yang keberadaannya selalu dibelakangku, membantuku dalam segala hal.
                    Kulihat kembali layar itu, aku turunkan ke message yang tadi malam, kulihat nama XI IPA 7 Penny Wahyuningsih, bestie ku, aku ingat kalau dikelas itu ada seseorang yang sudah aku anggap sahabat, Windi, gadis yang tawanya selalu renyah dan menyenangkan tapi . . .
                    Aku selalu menertawakan wajahnya yang sangat unik, lama kelamaan aku dekat dengannya, dan aku anggap dia teman baik, tapi entah bagaimana dengan dia.
                    Kulihat lagi layar itu, disana ada nama XI IPA 5 Maydina Khumairoh C.G, hatiku terharu melihat namanya.
                    Hampir semua hal aku limpahkan kepadanya, senang, sedih, kesal, semuanya pernah, dia manusia paling baik dan paling sabar yang pernah kukenal, hatinya sangat besar sangat mudah memaafkan, mungkin dia salah satu peri yang dikirimkan Tuhan dalam bentuk manusia kepadaku.
                    Waktu itu, kami mendengarkan lagu bersama, Taylor Swift – Safe and Sound, sangat menghanyutkan susana, dia mengatakan kalau dia salah menilaiku, dia fikir aku manusia sombong dan angkuh, tapi kenyataannya berbeda, dia menganggapku sahabat baik, suatu sanjungan untukku.

    “Sahabat itu kayak handphone, ada seseorang yang punya, dan ada yang tidak. Kadang jika kita kesal, kita meninggalkannya, kadang kita juga sangat membutuhkannya, tapi kita menganggap handphone adalah hal biasa yang sering kita temui. Tapi, jika suatu saat handphonemu hilang, kamu akan menyesal karena tidak menjaganya dengan baik, dan kamu akan menangisi kepergiannya”

    SOROT 5

                    Tegukan terakhir kopiku, aku mengambil cangkir itu, dan
    PRAK !
                    Dompetku terjatuh hingga mengeluarkan beberapa uang recehan, aku memasukkannya kembali, dan melihat tiket berenang di kolam renang ngaliyan pemberian kakakku, aku ingat waktu itu aku pernah kesana dengan mereka.
                    Yaaa, aku selalu berangkat dan pulang dengan peri pemberian Tuhan, Maydina. Aku mungkin jadi manusia paling mengusik kehidupan dia. Berenang, fitnes, lari pagi, dan acara acara non-formal biasanya dia yang jadi ojek aku, kemanapun tujuanku, dia selalu disana, siap sedia.
                    Waktu berenang pertama kalinya, XI IPA 5 dengan bahagia dan bangga berenang bareng, main air, dan foto bareng. Kebersamaan itu selalu ada meski diwaktu yang berbeda.
                    Oya, aku dulu juga pernah fitnes sama lari pagi bareng Resti, Maydina, Dwi, sama Feyzar, yang paling aku inget waktu sampe di Gelanggang Olahraga Lapangan Tri Lomba Juang, laper dan nyari makanan jauuuuuh banget soalnya hari minggu, pada libur, waktu ada soto, yaudah kita makan disana, porsinya dikit, waktu balik ke lapangan udah abis dicerna, kebersamaan terasa waktu kita lari, biar sehat mengelilingi lapangan itu beberapa kali.
                    Aku kembali menghadap ke laptop, sign in ke twitter, ngelihat twitter @Pasal39 (Twitter kelas XI IPA 5 dari kata iPA gangSAL dengan anggota 39 anak) disana ada alamat ke youtube untuk buka video bikinan XI IPA 5, aku buka itu, dan
    “Ayo, bikin video harlemshake, terus nanti kita upload di youtube” teriak Luthfiya
    “Ayoo.. ayoo” beberapa laki laki menanggapinya
    “Gila yas, nanti kalo dilihat guru gimana ? terus kalo nanti di skors gimana?”
    “Kita tanggung itu semua bareng bareng”
                    Video pertama dibikin waktu pelajaran fisika, yang gurunya lagi entah kemana, itu konyol banget, berani tapi keren. Video selanjutnya waktu pulang sekolah, saking niatnya mereka udah prepare alat alatnya kayak payung, helm, topeng, kardus, tas, dan kamera. Video direkam, ada juga behind the scene nya juga loh, sebelum bikin harlemshake kita ngapain aja.
                    Kalo inget video harlemshake pasti juga inget mini konsernya XI IPA 5, artisnya Fikifuck (Rafiki) dengan fans beratnya Fadil, Abil, Felix terus temen temen lainnya juga jadi penonton + fansnya Fikifuck.
     Sebenernya ini berawal waktu abis drama, propertinya lengkap, ada kamera, sama mic sepaket sama speakernya, waktu abis bersih bersih kelas, cowok cowok XI IPA 5 ke kantin sedang yang cewek tetep stay dikelas, maka munculah ide untuk karaokean, akhirnya kita karaokean, waktu cowok cowok dateng, mereka langsung join dan ikutan nyanyi bareng, sampe Arvin video mereka pake kameranya dan dengan narsisnya anak anak XI IPA 5 nyanyi bareng dan menikmati kebersamaan itu.
    Yang paling mengharukan adalah video buatan Luthfiya dengan backsound lagu SO7 bikin kita inget, kalo kita pernah bareng, kalo kita pernah menghabiskan waktu bareng, dan kalo kita juga pernah kenal dan berteman dengan baik. Nice !

    “Kebersamaan itu kayak uang logam, gak bisa dipisahkan, bulat, uang logam yang sulit dihancurkan sama kayak kebersamaan, susah dipisahkan”

    SOROT 6

    Siang ini cuacanya sangat panas, dan pak pos masih kerja buat ngirim paket, aku baru dapet paket dari bisnisku beberapa hari yang lalu, antara seneng dan sedih sih, sedih ? otakku kembali memutar balikkan waktu, dan kembali ke memory menyakitkan.
    Aku nyesel banget waktu mid semester 2 nilaiku hancur sehancur hancurnya kue satru yang ke injek truk tronton, saking hancurnya gak nampak tapi kerasa. Harusnya sahabat itu ngibur kita waktu kita sedih kan ? harusnya jadi moodbooster kan ? harusnya menyediakan punggungnya untuk kita kan ? tapi ? gak untuk dia, ini momen paling menyakitkan, dimana aku udah percaya kalo dia udah aku anggep temen baik dan ketika aku butuh dia, she’s gone, bukannya memupuk tapi meroundop (jenis pembasmi rumput) dia cuman nganggep aku pelarian, ketika dia sedih, dia dateng, tapi giliran aku yang sedih, dia ngilang gitu aja tanpa pamit.
    Ada juga waktu insiden kelompok di Bali, tapi, ah, yasudahlah, itu masa lalu.
    Aku juga inget momen paling konyol sekaligus nyakitin bagi aku, jalan kaki dari Ngaliyan sampe Jrakah karena aku dilema antara milih keluarga atau teman.
    Semenjak aku kenal kalian, aku jadi makin sering bantah orang tua aku, aku selalu pingin pergi bareng kalian, sampe aku ngebuang keluargaku jauh jauh, saking apa ? saking aku pingin banget bareng kalian. Tapi yang aku dapetin ? luka ! karena disana aku juga cuman dianggep sebagai pelengkap. 

    “Bukankah kebahagiaan dan kesedihan itu satu paket ? bagaimanapun kita menghindar, kita selalu bertemu keduanya”

    SOROT 7

                    Semakin siang semakin terik, aku bayangin kalo hari ini aku ikut ke Bandengan, aku bakalan jadi manusia asin yang siap untuk digoreng, kering. Entah kenapa liburan kali ini aku lebih memilih berdiam diri dirumah, nonton tv, tidur, makan. Wait ? aku lupa makan hari ini, semenjak ambil raport badanku lagi gak fit, mungkin itu yang nyebabin aku gak pingin pergi.
                    Pasti besok di twitter sama facebook bakalan ada segudang foto anak anak XI IPA 5 di pantai Bandengan yang di upload, dan intinya di semua foto itu gak ada aku. Mungkin ini salah aku, menjauh gitu aja dari mereka, tapi sebenernya aku emang lagi butuh itu. Aku butuh waktu untuk diriku sendiri. Maafin aku.

    “Kadang seseorang pergi bukan karena dia membenci tapi karena ia butuh waktu untuk berfikir apakah dia masih pantas disisi mereka atau tidak”

    SOROT 8

                    Begitu banyak hal yang telah kita lakuin selama 1 tahun terakhir ini, kelawa, nangis, bahagia, semuanya kita hadepin bareng. Bisakah kita bersama lagi untuk 1 tahun kedepan ? semuanya mengharapkan itu.
                    Kalian, adalah tokoh utama dalam bayangan samping kananku yang disorot tajam oleh lampu panggung sisi kiriku. Jika aku sebagai penari dipanggung itu, maka kalian benar menjadi bayanganku, dimana kalian memberikan aksen indah dalam tarianku, ada kalanya aku menari menghadap samping untuk menunjukkan keanggunanku ada kalanya pula aku menghadap lurus kedepan menghiraukan kalian untuk mencapai cita citaku.
                    Kalian bukanlah batu di tengah aliran sungai yang deras yang hanya aku gunakan sebagai tumpuan untuk mencapai tujuan, tapi kalian adalah tali yang aku selalu aku bawa dan aku butuhkan, karena kalian membuatku mencapai tujuan dan kalian selalu membuatku aman dalam segala suasana.
                    Tapi sejujurnya kalian juga jadi kopi, menyenangkan, indah, idaman tapi mematikan.

    “Berfikir positif adalah hal terbaik yang bisa dilakukan, tapi ada kalanya juga harus berfikir negatif dibeberapa waktu agar kita tidak tertipu”

    SOROT 9

                    Mungkin aku adalah manusia paling jahat yang pernah kalian kenal, temperamental, jail, songong, sombong, pelit, dll.
    Maafin aku kalo selama 1 tahun ini aku gak bisa jadi good friend bagi kalian.
    Jika aku diberikan waktu sekali lagi aku bakal sayang sama kalian, aku bakal bikin goresan senyum diwajah kalian, aku gak akan nyakitin kalian, aku bakal nyisain waktu buat kalian, aku bakal rajin belajar buat kalian, aku bakal nurut sama ortu buat kalian dan aku juga gak akan ngelupain kalian.
    Seandainya waktu itu ada, aku akan lakuin itu semua, karena semua itu demi kalian,
    Sahabat tercintaku,
    PASAL39

    #Ini hanya secuil cerita yang nantinya akan menjadi kenangan, aku tulis ini agar aku ingat kalo aku pernah punya sahabat sebaik, seramah, sekompak PASAL39, thanks for read. I Love You~ Wassalamualaikum wr wb#
    Sincerely,
    A.M.E.L!
  • You might also like