• Abaikan saja

    #Assalamualaikum wr wb. I just wanna share what I'm feeling now, it's not urgent for you. So, read it if you really don't have a work, thanks you~#

    Semakin hari semakin tak berwarna, semakin semu, semakin tak bersemangat dan semakin menyedihkan, entah apa penyebabnya, aku tak tahu. Aku hanya semakin sering merasa bahwa aku bukanlah seseorang atau sesuatu yang cukup penting dan berarti bagi Tuhanku, orang tuaku, maupun teman temanku.


    Saat ini, aku belum cukup menjadi umat yang baik bagi Tuhan, terkadang aku mengabaikan-Nya, tetapi aku sangat mencintai-Nya. Aku hanya bisa menyampaikannya lewat ibadah dan doa-doaku yang kulantunkan 5X dalam sehari.

    Saat ini, aku belum menjadi anak yang baik bagi orang tuaku, aku belum bisa membahagiakan mereka, bahkan membuat mereka tersenyum saja bagiku sangat sulit saat ini, aku hanya semakin membuat mereka kecewa dengan tingkah lakuku yang terkadang membuat mereka jengkel.

    Saat ini, aku belum menjadi teman yang baik bagi teman temanku, aku sering menjadi seseorang yang terkesan menyebalkan dan menyedihkan, ini sedikit membuat nafsuku untuk bersekolah sedikit demi sedikit berkurang.

    Saat ini, cintaku . . . cukup ! aku sudah cukup muak dengan yang satu ini, aku semakin malas membicarakannya !

    Siapa yang mau menyayangi orang yang belum sepenuhnya bertaqwa pada Tuhan ?
    Siapa yang mau menyayangi orang yang belum bisa membahagiakan orang tuanya ?
    Siapa yang mau menyayangi orang yang setiap harinya membuat masalah dan menyebalkan teman temannya ?

    Mungkin, saat ini aku patut dibenci, mungkin, mungkin, dan mungkin.

    Semakin hari aku semakin menyiksa diriku dengan hal hal yang cukup tak penting. Tapi aku bukan salah satu dari anggota self abusing, aku hanya masih menyayangi tubuhku.

    Hampir setiap hari aku menonton film dan mendengarkan lagu memalui headset dengan volume penuh, aku tak peduli jika nantinya akan ada yang salah lagi dengan telingaku.aku hanya sedang ingin melakukan hal itu.

    Hampir setiap hari mulutku semakin tertutup dengan rapat, aku masih belum ingin bicara, aku hanya masih ingin menutupnya rapat rapat disini.

    Hampir setiap hari aku semakin sering melamun, tak ada yang aku fikirkan, aku hanya merasa nyaman ketika aku melamun, meskipun aku tak memikirkan apapun.

    Aku hanya sedang ingin sendiri, menikmati dentingan waktu sendiri, tanpa siapapun disampingku. Kalaupun ada, tolong temani aku dengan baik.

    Aku hanya sedang ingin menutup wajahku, memalingkan pandanganku, aku hanya tak ingin terlihat menyedihkan didepan orang lain, biarkan orang lain mengetahui dengan sendirinya apa yang terjadi, tetapi menurutku . . .

    Apa masih ada orang yangpeduli denganku ?, kurasa tak ada, orang hanya memandangku dengan sebelah mata, itupun menggunakan mata kiri. Mereka hanya datang padaku ketika sudah tak ada orang lain yang peduli dengan mereka.

    Aku hanya ingin menutup semua hal yang kutahu saat ini, yang cukup membuatku hampir sedikit gila, biarkan Tuhan, aku dan teman teman yang bersangkutan saja yang tahu semuannya, jangan ada yang lain. Biarkan semua ini mengendap disini yang semoga akan hilang termakan waktu dengan sendirinya.

    #I'm sorry for it, I just feel like I'm nothing in here. Thanks for read it, see you later. Wassalamualaikum wr wb#
    Sincerely,
    A.M.E.L !
  • You might also like